Anak Kecil Tersebut Bernama Izrail

Sebelum saya di-bash habis-habisan, mohon dibaca dulu.

Disclaimer : Postingan ini memuat sebuah mimpi yang saya alami. Sebuah mimpi yang aneh, lucu, dan ketika terbangun, bikin kepala geleng-geleng.

Siang itu, aku sedang tertidur, di suatu padang bunga, badanku lantas digoyang-goyangkan oleh seorang anak kecil, rupanya macam seorang anak perempuan.

(Ya, di dalam mimpi pun aku masih tertidur)

Aku terbangun, tentu masih di dalam mimpi. Melihat anak tersebut, yang demi Allah, anak tersebut terlihat sangat imut dan menggemaskan.

“Hey, ayo main,”

Ucapnya sambil terus menggoyang-goyangkan badanku. Aku melihat dirinya, ia berjubah panjang, dan memiliki kerudung seperti suster-suster Katolik. Di belakang punggungnya, ada semacam sabit besar yang umumnya dimiliki oleh para pencabut nyawa.

Aku menurutinya, kami bermain kejar-kejaran di sekeliling taman bunga tersebut. Entah, aku bisa begitu akrab dengan anak tersebut, padahal dalam kenyataan, aku paling tidak bisa berbaur dengan anak kecil.

“Bentar, duduk dulu. Izrail capek.”

Dia menyebutkan namanya. Izrail. Nama yang membuat orang bisa merinding, bahkan mati di tempat.

Lantas kami duduk sebentar. Memandangi sekeliling. Lalu secara tetiba, dia berdiri, memainkan sabit yang ada di punggungnya, diputar-putar layaknya baton yang ada di dalam sebuah grup marching band.

Lalu, tidak sengaja itu mengenai bagian tendon kaki kiri. Membuatnya hampir putus. Ibarat kata, kaki ku jadi ngample. Membuat bagian tendon kaki kiriku seperti katup botol minum yang bisa dibuka-tutup. Aku memainkannya, membuka tutup luka tersebut sambil merasa geli.

Dan tiba-tiba, aku terbangun.

Lantas aku terbangun di tempat tidur, dari mimpi yang sangat random tersebut.

Entah. Aneh rasanya.

Beberapa waktu belakangan, aku pikir aku tidak mengonsumsi media atau apapun yang bisa membuatku bermimpi seperti itu. Mungkin ini juga hanya proyeksi alam bawah sadar yang entah maksudnya apa. Atau mungkin mimpi cuman bentukan, abstraksi daripada segala sesuatu yang kita (pikir) kita ketahui. Bahkan bisa jadi, mimpi adalah suatu pertanda. Entah tanda-tanda apa.

Kenapa juga mesti anak itu bernama Izrail… nama yang sama dengan Sang Malaikat Maut, kalau memang. dan jika memang dia Maut itu sendiri, dan berbentuk seperti itu, bisa mati gemas aku.

Lagipula, aku bukan siapa-siapa, aku bukan orang suci. Aku hanyalah darah dan daging yang mengambang di debu alam semesta. Aku sering mimpi yang aneh-aneh, tapi belum pernah seaneh ini.

Aku tidak biasanya memikirkan sesuatu yang modelannya seperti ini. Karena pasti, tidak ada ujungnya. Lagipula tidak nyata juga.

Memang belakangan aku sedang memikirkan beberapa hal tentang kematian, tapi sungguh, tidak ada tendensi suicidal sama sekali. Seringkali, kematian dimaknai sebagai sesuatu yang menyeramkan. Seringkali, kematian adalah akhir dari segala sesuatu, jika sudah mati, ya sudah, nguap begitus saja. Kematian seringkali malah dirasakan membawa luka kepada mereka yang ditinggal mati. (Bajingan kamu, Persona 3!)

Ya, bukankah lahir-hidup-mati adalah suatu siklus yang pasti terjadi kepada mahkluk hidup? Bahkan, barang-barang mati pun bisa seperti itu. Mesin cuci misalnya, dibuat-digunakan-rusak-dibetulkan/dibuang.

Bagi sebagian orang, kematian adalah hal yang menyedihkan, dan untuk sebagian, ia adalah langkah untuk menuju kehidupan baru. Bagian sebagian yang lain, mungkin kematian memiliki makna yang lain. Tergantung daripada pengalaman dan interpretasinya dalam memaknai kematian.

Aku bertanya kepada ibuku soal hal ini, jawabannya hanya “mungkin itu teguran,” jawaban yang selalu diberikan ketika aku mengalami hal atau mimpi yang aneh-aneh.

Standar sekali.

Tapi yowis, mimpi adalah bunga tidur yang sayangnya, tidak bisa dipetik untuk dipelihara, atau dipajang.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s