Mengamini Diri Sendiri – Persona 4 Golden – Personal Review

Sumber : https://megamitensei.fandom.com/wiki/Persona_4_Golden

Salah satu titel anyar di konsol Playstation, Persona 4 Golden, telah secara resmi mendapatkan versi port di PC 13 Juni 2020 kemarin. Setelah hanya bisa memainkan versi PS2nya yang rilis 2008 lalu, saya sangat antusias menyambutnya, tanpa banyak cingcong, langsung masukkan keranjang dan checkout.

Setelah memainkannya selama lebih kurang 80 jam di dalam playthrough pertama saya, saya memutuskan untuk menuliskannya, ini adalah port pertama serial mainline Persona yang dirilis di PC.

(Meski rasanya kurang tepat juga untuk menyebut Persona sebagai mainline, karena Persona pun merupakan serial spin-off atau sampingan dari serial Shin Megami Tensei. But setting that aside… )

Akan ada beberapa hal yang saya tulis disini, mulai dari segi teknis, cerita, dan mungkin beberapa hal yang saya tangkap dari jalan cerita gamenya.

Mengandung pembeberan (spoiler), tentunya.

Eh, tapi ini game yang udah cukup lama, sudah banyak spoiler di luar sana. Versi PS2nya keluar pada tahun 2008, dan Persona 4 Golden, di PSVita, sudah rilis sejak tahun 2012. Sudah bertahun-tahun. Tentunya spoiler sudah ada dimana-mana.

Allright, here we go !

Continue reading “Mengamini Diri Sendiri – Persona 4 Golden – Personal Review”

Pembalajaran di Masa Pademi

Semester pertama tahun 2020 hampir selesai beberapa hari lagi, dan hari ini, bertepatan dengan lebaran Idul Fitri. Hari “kemenangan” yang dinanti-nantikan umat Islam setelah berpuasa selama 30 hari.

Tapi, rasa-rasanya, tahun ini, tidak ada kemenangan, rasanya “kemenangan” itu hanya sebatas piala kosong sahaja. 2020 penuh kesuraman demi kesuraman, yang rasanya, kemenangan hanyala pemanis bibir saja.

Continue reading “Pembalajaran di Masa Pademi”

Dari Kacamata Murid

Hardiknas.

Hari Pendidikan Nasional.

Baru saja diperingati beberapa hari lalu, diperingati dari Hari Lahirnya Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, pendiri sekolah Taman Siswa.

Tapi saya tidak akan bicara banyak soal itu hari ini. Tapi tentang suatu keusilan yang ada dalam diri, menanyakan, “Apa sih makna pendidikan?” terutama dari kacamata para murid.

Sebagai seorang guru honorer suram yang mengajar salah satu sekolah swasta di Selatan Ibukota, saya menanyakan kepada diri sendiri, iseng saja. Sebab, selama ini, dan waktu bersekolah dulu, peringatan Hardiknas hanya sebatas upacara, sejauh ingatan yang saya miliki. Mentok-mentok tukeran kado antara guru dan murid, murid ngasih kado, guru ngasih nilai. hehe.

Apa waktu itu peringatan Hari Guru yah ?

Ah lupa, pokoknya begitu deh.

Continue reading “Dari Kacamata Murid”

Ular Tangga Sejarah

We are Homo Ludens. We are those who play. –  Hideo Kojima

Sebuah permainan simpel, saya mengambil dan memodifikasi permainan yang sudah ada sejak lama, ular tangga. Saya memodifikasi ular tangga, men-twistnya sedikit, menambahkan aturan, dan menambahkan beberapa hal.

Saya percaya, permainan dapat digunakan untuk kemaslahatan hidup orang banyak, salah satunya pendidikan, dari permainan ini, saya harap saya dapat menjadikan pembelajaran sejarah, yang seringkali dicap membosankan, dapat menjadi menyenangkan.

Yah, memang desainnya buruk, saya hanya menggunakan Ms. Word untuk membuat papan permainannya. Maaf, saya tidak memiliki keahlian dalam mengolah software-software desain grafis.

Selamat bermain.!

Continue reading “Ular Tangga Sejarah”

Semua Guru, Semua Murid.

Semua Murid, Semua Guru.

25 Nopember. Tanggal dimana kita memperingati Hari Guru Nasional. Hari khusus yang dipersembahkan untuk para guru.

Guru nggak melulu mengajar di sekolah, guru nggak melulu mereka yang berada di ruang kelas, dari pagi hingga petang, guru nggak melulu mereka yang ikut upacara saban Senin. Guru adalah siapa saja yang mampu mengajar, yang mampu mendidik.

IMG-20191125-WA0008.jpg Continue reading “Semua Guru, Semua Murid.”

Aoi Torii Film Review

Link Asian Wiki

Aoi Torii adalah kisah tentang perundungan, tetapi dari sudut pandang pelaku, dan yang melihat aksi perundungan, namun memilih untuk membiarkannya. Sebuah film yang menyajikan “bullying” dari sudut pandang pelaku dan teman korban.

Sebagai seorang yang pernah menjadi korban dan pelaku bullying, film ini cukup “ngena” untuk ditonton. Apalagi, saya sekarang menjalani profesi yang sama dengan tokoh utamanya, sebagai seorang guru.

“Mencoba Melupakan, itu sifat pengecut.”

WARNING : CONTAINS  SPOILERS!

Continue reading “Aoi Torii Film Review”

Merdeka (?)

Pagi upacara, kita semua berbaris, menghadap tiang bendera. Tiga siswa sedang melaju, kaki mereka berderap secara sinkron, berjalan dari arah barat tiang bendera. Depan tiang, dilepas lah simpul tali yang ada di tiang bendera, tali pun dikerek, bendera dibentangkan, lalu dikibarkan.

Seluruh peserta mengangkat tangan, hormat kepada bendera. Indonesia Raya bermain sebagai musik di latar belakang. Bahkan, beberapa orang yang lewat sempat berhenti, memberi hormat kepada bendera dari luar pagar.

Tetapi hatiku tidak tenang, tentunya sambil mengikuti protokol upacara, pikiranku melayang,

“Apa benar, hari ini, kita semua sudah merdeka ?”

Continue reading “Merdeka (?)”