Videogames, dan Usaha Kolaboratif

Sore ini, aku seperti biasa, sedang bermain videogames di gawaiku. Fate/Grand Order. (srsly go play this game if you haven’t, it’s an epic game with an epic storyline).

Sebuah kisah epic tentang penyelamatan umat manusia dari kepunahan. Sebuah kisah dimana kamu harus menjelajahi waktu, ke masa lalu untuk memperbaiki sejarah, dan merebut kembali Cawan Suci, suatu perangkat maha agung yang dapat mengabulkan segala permintaan. Saya dibawa ke dalam sebuah petualangan yang mendebarkan, menyenangkan, menyedihkan, pokoknya dibawa ke dalam sebuah rollercoaster emosional, dari ceritanya.

Continue reading “Videogames, dan Usaha Kolaboratif”

Advertisements

Menyambut Hari Raya dan Tahun Baru.

Barangkali, sebentar lagi akan santer terdengar larangan untuk mengucapkan Selamat Natal bagi ummat Muslim. Dan akan muncul juga tanggapan yang bilang, “Ah, itu kan cuman ucapan, mau diucapkan atau tidak, itu urusanku dengan Tuhan”.  Biasanya sih bakalan rame di dunia maya, di sosial-sosial media.Dan biasanya ini jadi ladang pertengkaran ibujari netijen.  Saya paling demen kalau hal-hal seperti ini terjadi, bisa panen meme di kolom komentar. Ehehe.

Continue reading “Menyambut Hari Raya dan Tahun Baru.”

Bohemian (Freddy Mercury) Rhapsody

Sore ini, masuk pesan di gawai.

Ternyata dari seorang kawan, isinya ajakan untuk menonton film. Bohemian Rhapsody. Baru rilis sekitar 2 November lalu di Indonesia. Karena dibayarin, yowis saya memutuskan untuk langsung berangkat.

Saya datang telat ke dalam teater, kira-kira film sudah berjalan sekitar 30 menit.

Disclaimer : Review ini dibuat oleh seseorang yang nggak tahun banyak tentang Queen. Saya hanya sering mendengar lagunya waktu kecil dulu. Jadi, saya benar-benar tidak tahu apa-apa soal Queen. Review ini ditulis oleh seorang yang sama sekali buta tentang Queen.

Saya akan coba untuk tidak banyak spoiler.

IMDB

Continue reading “Bohemian (Freddy Mercury) Rhapsody”

The Sims dan segelintir kegelisahan hidup.

Belakangan, hidup saya dipenuhi kecemasan.

Tiba-tiba saja, beban yang dirasakan menjadi tambah berat, padahal mah bebannya di situ-situ aja.

Masih perkara penyelesaian masa studi di jurusan ter/di/lupakan.

Masih perkara mencari uang, padahal nggak ada yang buang.

Masih perkara berjuang, padahal belum tentu ada timbal balik.

Masih perkara hidup, padahal belum tentu umurnya panjang.

Masih buanyaaak lagi perkara yang bahkan saya sendiri malas menyebutkannya.

Demi mengatasi sedikit kegelisahan dan perasaan gusar yang cukup menganggu, saya beralih untuk bermain videogames. Setelah sedikit-sedikit mencicil beban-beban yang harus diselaikan.

Saya memilih The Sims.

Continue reading “The Sims dan segelintir kegelisahan hidup.”

Roma

Roma

O,

Roma yang berjaya

Roma yang megah

Roma yang indah

Roma

Bunga-bunga berguguran di arena

Roma

Bunyi dan gerak selalu bergema

Roma

Pesta dan Cinta

Roma

Tidak habis dimakan zaman!

Roma,

Kau begitu jauh

Meski,

Banyak jalan menuju dirimu

Roma

Tujuanku.

 

Oret-oret Malem Minggu

Judulnya doang malam minggu,
Tetapi ceritanya waktu hari rabu,
Pas liwat stasiun deket jalan talang betutu,
Berasa kemasukan setan bisu,
Leher berasa kaku,
Lidah juga ikutan kelu,
Badan pun berasa beku,
Hati pun ikutan pilu,
Orderan ngojek pun ikutan gagu,
Perkara ngeliat yang aneh dari situ,
Ternyata setan ga muncul di malem jumat melulu,
Kayak di pelem-pelem dulu,
Abis ngeliat yang begitu,
Pikiran ama badan udah berasa kagak nyatu,
Gegara begitu bawannya pengen ngebut melulu,
Gaspol gapake ba bi bu,
Nyampe di warung nyederin bahu,
Lepas itu ambil wudhu,
Terus sembahyang fardhu,
Lepas itu kepikiran tau-tau,
Ngapain juga mikirin yang kagak perlu,
Daripada gua mikirin itu melulu,
Mending juga nyebat sambil dengerin lagu,

Orat-oret Malem Minggu.
13 Oktober 2018.

 

Tentang Seorang Adik

Ada suatu perkara
Tentang lahirnya suatu makhluk
Ia diciptakan terakhir
sebagai yang paling muda
Ia dimanjakan
diberikannya cara-cara untuk mengkreasi ini itu
dan untuk melihara ini itu

Tetapi datang suatu perkara
Kesalahan pertama
Menyebabkan diusirnya dia dari rumahnya
Merembet lagi kepada kesalahan yang selanjutnya
Ia membunuh sesama saudaranya
Yang bungsu membunuh yang bontot
Lalu kesalahan semakin beranak pinak
dan seterusnya

Sampai pada tiba
Ia mulai memperkosa kakak sulungya
Dikotori
Diobok-obok
Dikorek-korek
Tak tanggung, dengan besi!

Tak puas di situ
Ia menjinakkan kakak tengahnya
Dibuatlah perkawinan sana sini antara mereka
Yang bagus diambil
Yang cacat dibuang
Yang cacat tapi bagus dipertimbangkan
Yang bagus tapi cacat dipertahankan

Diobrak-abrik segala macamnya
Untuk membuat nafsu penasarannya hilang
Menendang karena tidak suka
Membunuh karena hanya mengambil sedikit
Padahal ia tahu
Kedua kakaknya ini tiada punya pikiran.

Si bontot ini
Mengurangajari
Menyakiti
Membunuh
Membinasakan
Memperkosa
Seluruh anggota keluarganya

Adik seperti apa
Yang mampu berlaku seperti ini?

Ah barangkali,
belum saja ditegor oleh Orangtua.
Yang bontot kan,
biasanya dimanjakan.