Kappa – Ryunosuke Akutagawa

Thumbnail taken from : https://www.goodreads.com/book/show/876637.Kappa

“Sebuah novel cerdas bernada satire tentang kehidupan dan budaya Jepang.”

Diterjemahkan dari KAPPA – Geoffrey Brownas
Penerjemah : Andi Bayu Nugroho
Cetakan : I, Oktober 2004
Penerbit : Pinus Yogyakarta
Halaman : 170 halaman.

Kappa

Kappa itu memiliki tinggi kira-kira 1 meter. Rambut kepala Kappa pendek, tangan dan kakinya berjari. Di atas kepalanya terdapat lekukan cekung yang berisi sedikit air. Sebelum kappa kehilangan air di atas kepalanya, ia lebih kuat dari laki-laki yang perkasa sekalipun. Kappa hidup di air, biasa keluar di malam hari untuk mencuri semangka, apel, dan hasil ladang lainnya. Kulitnya yang licin, membuat Kappa sulit ditangkap.

“Apa yang kita anggap sebagai kebanggaan, semata-mata adalah apa yang tidak kita miliki.” – Mag si Filsuf

Novel Kappa dimulai dengan mengikuti petualangan seorang Pria yang sedang menaiki gunung, ketika di sana, dia melihat seorang Kappa, Pria tersebut mencoba menangkapnya, namun dia malah tercebur di dunia Kappa, yang mana tidak jauh berbeda dengan dunia manusia.

Kappa melakukan hal-hal yang sama dengan manusia, mereka makan, merokok, memiliki kesenian, minum-minum, dan hal-hal yang lumrah dilakukan oleh manusia. Hanya dalam beberapa hal, mereka kebalikan dari manusia, ketika membicarakan hal-hal yang dianggap serius oleh manusia, mereka selalu tertawa terbahak, dan ketika hal-hal yang menurut manusia lucu, malah dianggap Kappa sebagai urusan serius.  Petualangannya di dunia Kappa membuatnya bertemu dengan beragam Kappa, yang mempunyai perannya masing-masing di dalam masyarakat. Novel ini menyentil banyak hal, mulai dari sosial, politik, ekonomi, bahkan agama, semuanya ditembak oleh pengarang, bahkan kelahiran seorang anggota keluarga pun ikutan disindir.

Seperti misalnya ketika para Kappa pekerja telah digantikan oleh mesin, harga daging akan menurun drastis, karena Kappa tersebut dibantai dan dimakan dagingnya oleh para kapitalis.

Ada satu bahasan yang paling menarik menurut saya, ketika seorang Kappa akan dilahirkan, ayahnya akan bertanya kepada Kappa yang berada di dalam perut sang Ibu, dan dia akan bertanya

“Apakah kamu mau dilahirkan ke dunia ini?”

Jika bayi Kappa tersebut menjawab iya, maka akan terjadi proses persalinan seperti manusia biasa, jika dia menjawab tidak, maka Ibunya akan diberikan obat untuk menggugurkan Kappa tersebut.

Cerita berlanjut, ketika salah satu tokoh Kappa meninggal karena bunuh diri, dilakukan mediasi arwah untuk mewawancarainya, arwah tersebut penasaran, dikenang sebagai apakah dia ketika dia sudah mati ?

Entah, tetiba saya jadi teringat salah satu acara TV….

Novel ini sebenarnya cukup singkat, hanya 106 halaman saja. Meski dapat selesai dalam sekali tunduk, bahasan-bahasan yang berat dibungkus dengat sangat asyik oleh penulis, dengan bahasa yang mudah, barangkali, Akutagawa mencoba menyentil nilai-nilai yang ada kepada masyarakat Jepang pada zaman Meiji, bahkan mungkin untuk beberapa hal, kepada masyarakat modern juga. Ini bukan novel yang selesai baca terus pajang lagi di rak buku. Mungkin akan lebih asyik mengujungi dan membaca lagi buku ini di kemudian hari.

Selain itu, disisipkan juga biografi singkat Ryunosuke Akutagawa setelah selesainya cerita Kappa dalam buku ini. Ryunosuke nampaknya hampir tidak pernah menulis novel panjang (dalam buku ini, diceritakan bahwa dia hanya menulis dua novel, disamping Kappa, dan itupun tidak diselesaikan olehnya). Dia terbiasa menulis cerita-cerita pendek.


KAPPA

Kappa got average height around 1 meter. Kappa have short hair, and got fingers on it hands and foot. On his head there is some kind of bowl that got water on it. If it’s filled, it’s stronger than any man. Kappa lives in the water, usually goes out in the night to steal some fruits. Its slippery skin, makes Kappa is hard to catch.

“Something that we are proud of. Is something that we don’t really have. ” – Mag the Philosopher

This novel starts of by following a Man when he is hiking, there, he find a Kappa, he tried to follow him, but instead he got fallen into another world, the world of Kappa, that have many similiarities with human world.

Kappa did the same things as humans, they eat, smoke, they have artist, they drink, and doing things that humans usually do. But on few things, they are a complete reversal of humans, when discussing about stuffs that considered as serious matters, they always laugh about it, and when things are a complete joke for humans, Kappa considered it as a serious matters. The Man then met a lot of Kappa, that have their own roles in society. This novel write a satire about many things, social, politics, economy, religion, all of them, even the birth of a family member too.

When workers Kappa had been replaced by machines, the price of meat will go down, because those workers is killed and their meat will be eaten.

There is one thing that piqued my interest, when a Kappa is about to be born, the father will ask the child that still in the mother’s womb, and he will ask,

“Do you really wanted to be born into this world?”

If that baby Kappa says yes, then there’ll be a baby delivery process like humans, if that baby Kappa said no, then the mother will be given a medicine to abort the baby.

Then the stories continues, when a Kappa died because of suicide, there done some kind of “mediation”, like putting the spirit of the dead Kappa into other Kappa, and then they do some kind of interview, with the spirit of the dead Kappa inside of the alive body. Then, the spirit will says, something like, what kind of person he will be remembered after he died ?

This one makes me remember a TV show called Dunia Lain…

This novel is actually quite short, only around 106 pages. Even if it can be finished in one sitting, the have stuffs is written very … uhm, fun? (sorry I didn’t find a better term to describe it, still learning english), and the language used is very light. Akutagawa tried to shot the cultural norm and value in Japanese society on Meiji era, and probably, modern society too. This is not a novel that can be put down back to your bookshelf after you read it. Probably it’ll be fun to visit and read this book again one day.

Besides that, there’s also Akutagawa short biography  in this book. Ryunosuke never wrote a long novel (in his short biography, it was told that he only wrote two novel, besides Kappa, and that doesn’t even got completed.) He usually wrotes short stories.


Oh on a side note, Ryunosuke Akutagawa also appears in a game that I have been playing for the past few days, as an equipment, the game called Honkai Impact 3 on Android.
ryunosuke
Ryunosuke Akutagawa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s