Pembalajaran di Masa Pademi

Semester pertama tahun 2020 hampir selesai beberapa hari lagi, dan hari ini, bertepatan dengan lebaran Idul Fitri. Hari “kemenangan” yang dinanti-nantikan umat Islam setelah berpuasa selama 30 hari.

Tapi, rasa-rasanya, tahun ini, tidak ada kemenangan, rasanya “kemenangan” itu hanya sebatas piala kosong sahaja. 2020 penuh kesuraman demi kesuraman, yang rasanya, kemenangan hanyala pemanis bibir saja.

Continue reading “Pembalajaran di Masa Pademi”

Halah, Pancasila

“Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju, maju, ayo maju, maju
Ayo maju, maju!”

Siapa yang ingat penggalan bait di atas ? Yang mungkin sewaktu kita sekolah (atau mungkin sekarang sudah jadi PNS) seringkali dinyanyikan saban Senin, menjadi pengiring lagu Indonesia Raya yang biasanya dinyanyikan setelah pidato atau ceramah Pembina upacara.

(Tolong kalau urutan upacara salah, mohon maafkan saya, sudah lama sekali saya tidak ikut proses upacara, apalagi hari-hari khusus)

Garuda Pancasila, lagu wajib nasional yang dibuat oleh Sudharnoto, seorang seniman dari LEKRA, organisasi underbouw PKI. Cukup aneh juga ya, dimana lagu wajib nasional digubah oleh seorang yang berasal dari organisasi terlarang.

Tapi toh saya sedang tidak ingin membahas hal itu hari ini.

Hari ini, saya mau ngedumel saja.

Continue reading “Halah, Pancasila”

The Sims dan segelintir kegelisahan hidup.

Belakangan, hidup saya dipenuhi kecemasan.

Tiba-tiba saja, beban yang dirasakan menjadi tambah berat, padahal mah bebannya di situ-situ aja.

Masih perkara penyelesaian masa studi di jurusan ter/di/lupakan.

Masih perkara mencari uang, padahal nggak ada yang buang.

Masih perkara berjuang, padahal belum tentu ada timbal balik.

Masih perkara hidup, padahal belum tentu umurnya panjang.

Masih buanyaaak lagi perkara yang bahkan saya sendiri malas menyebutkannya.

Demi mengatasi sedikit kegelisahan dan perasaan gusar yang cukup menganggu, saya beralih untuk bermain videogames. Setelah sedikit-sedikit mencicil beban-beban yang harus diselaikan.

Saya memilih The Sims.

Continue reading “The Sims dan segelintir kegelisahan hidup.”

“Software” dan “Hardware” – Sebuah Esai dari Komputer Error.

Siang ini, aku mendapati komputerku sangat lamban dalam mengelola perintah yang aku masukkan.

Aku pikir, bukan masalah hardware yang menjadi perkara. Sebab, beberapa waktu yang lalu sudah kubersihkan semua bagiannya. Dari jeroan hingga ke kabel-kabel yang malang melintang.

Lalu kuberpikir, mungkin masalahnya terletak di bagian software-nya. Lagipula, komputer ini sudah lama aku tidak install ulang. Dibebani juga dengan banyak software.

Lantas kukeluarkan CD operating system yang telah lama bersemayam di laci meja kerja. Lalu kulakukan install ulang. Bingung melakukan apa sambil menunggu selesainya install. Tiba-tiba terpikirkan untuk menulis esai ini.

Continue reading ““Software” dan “Hardware” – Sebuah Esai dari Komputer Error.”