Dari Revolusi ke Korupsi

Sumber gambar  : http://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=60631

Bung Karno dan Pak Harto dari Revolusi ke Korupsi
Haryo Sasongko
Pustaka Grafiksi
Jakarta
Oktober 2006
X + 150

 

 

 

 

Buku ini banyak menceritakan dosa-dosa Soeharto yang dilakukan kepada Soekarno, serta juga beberapa kezaliman-kezaliman yang Soeharto lakukan ketika dia melakukan “kudeta merangkak”, dan kezaliman yang Soeharto lakukan ketika menjabat sebagai presiden semasa Orde Baru. Dari judulnya saja sudah cukup menyedihkan untuk dibaca. Dalam penjabarannya penulis menghantarkan kita kepada kisah, suatu kisah revolusi yang sudah dibangun di masa pemerintahan Bung Karno dikorupsi oleh Soeharto Orde Baru.

Pembodohan, kebohongan, penggelapan, penipuan serta korupsi sejarah yang berlangsung terus menerus siang-malam terus dicekokkan kepada anak bangsa selama puluhan tahun oleh Rezim Orba. Ini sesuai dengan prinsip gaya Hitler yang pernah mengajarkan “Katakanlah kebohongan itu terus-menerus, lama kelamaan akan diterima sebagai kebenaran.”

Continue reading “Dari Revolusi ke Korupsi”

Zen Flesh, Zen Bones

3422754
Zen Flesh, Zen Bones.

Zen Flesh, Zen Bones : A collection of Zen and pre-Zen Writing.
Paul Reps & Nyogen Senzaki (ed.)
Tuttle Publishing, 1998

Zen berasal dari China, dibawa oleh Bodhidharma, yang berasal dari India pada abad ke-6, dan dibawa ke timur menuju Jepang pada abad ke-12. Zen disebut sebagai “sebuah ajaran spesial tanpa kitab, lebih daripada kata-kata dan aksara, menunjuk pada esensi-pikiran manusia, meneropong ke dalam diri, menuju pencerahan.” (p.17)

Zen dikenal di China sebagai Ch’an. Para guru Ch’an, atau Zen, tidak memposisikan diri sebagai pengikut Buddha, ketimbang itu, mereka mencoba untuk menjadi temannya dan juga memposisikan diri di dalam semesta sama seperti Buddha dan Yesus. Zen bukanlah suatu sekte, Zen adalah pengalaman. (p.18)

Zen memiliki banyak arti, yang mana seluruhnya tidak dapat menjadi definisi yang jelas. Jika mereka didefinisikan, mereka bukanlah Zen.

Continue reading “Zen Flesh, Zen Bones”

Kappa – Ryunosuke Akutagawa

Thumbnail taken from : https://www.goodreads.com/book/show/876637.Kappa

“Sebuah novel cerdas bernada satire tentang kehidupan dan budaya Jepang.”

Diterjemahkan dari KAPPA – Geoffrey Brownas
Penerjemah : Andi Bayu Nugroho
Cetakan : I, Oktober 2004
Penerbit : Pinus Yogyakarta
Halaman : 170 halaman.

Kappa

Kappa itu memiliki tinggi kira-kira 1 meter. Rambut kepala Kappa pendek, tangan dan kakinya berjari. Di atas kepalanya terdapat lekukan cekung yang berisi sedikit air. Sebelum kappa kehilangan air di atas kepalanya, ia lebih kuat dari laki-laki yang perkasa sekalipun. Kappa hidup di air, biasa keluar di malam hari untuk mencuri semangka, apel, dan hasil ladang lainnya. Kulitnya yang licin, membuat Kappa sulit ditangkap.

Continue reading “Kappa – Ryunosuke Akutagawa”

(18+) Emergence

“Came for the hentai, stayed for the story, left with a powerful message”

Di dalam feeds youtube milik saya, tiba-tiba muncul rekomendasi dari channel The Anime Man, video tersebut berisi wawancara dengan seorang mangaka yang bernama ShindoL. Barangkali, mereka yang sudah malang-melintang di dunia per-doujin-an sudah tidak asing dengan nama tersebut. Terpikirkan olehku secara tiba-tiba untuk mengulas bacaan yang sangat-sangat membekas, Emergence.

Emergence adalah manga yang cukup membuat diri menjadi traumatis, cara ShindoL menggambarkan adegan-adegan yang ada di dalam juga sangat eksplisit dan  fucked up. Karena memang manga ini 18+, dan alur cerita yang ada di dalamnya sangat fucked up. Mulai dari pemerkosaan, prostitusi, drug abuse, incest, and abortion. Manga, yang memiliki konten, yang barangkali untuk sebagian orang sangat menjijikkan, tabu dan tak bermoral. Tapi, menurut saya, justru disitu yang menjadi selling point-nya.

DISCLAIMER : Warning ! Contains spoilers, and stuff that considered as taboo in society! Dimohon kebijaksanaan pembaca!

Oke. Siap ya ?

Continue reading “(18+) Emergence”

September – Noorca M. Massardi

Aku menemukan novel ini di suatu pusat perbelanjaan di selatan Jakarta, setelah mengudak-ngudak tumpukan buku satu persatu dengan telaten. Aku melihat novel ini, cukup tebal, dengan judul September.

“Sebuah bangsa telah terluka. Luka itu tidak akan pernah terlupakan dan tidak akan bisa terhapuskan untuk selama-lamanya…”

Itu yang tertulis di cover depan novelnya. Lantas, membaca kalimat itu, pikiran langsung mengkaitkan dengan sejarah kelam bangsa ini, yang terjadi pada 53 tahun silam.

Novel ini bercerita tentang tragedi tersebut. Mengambil latar belakang dari tragedi tersebut. Tapi nampaknya ia terjadi di suatu alternate universe, dan dengan ending yang berbeda. Barangkali, suatu pengandaian sejarah.

Continue reading “September – Noorca M. Massardi”

Il Principe – Niccolo Machiavelli

Ketika berkeliling di sebuah toko buku, aku melihat satu eksemplar buku ini. Kuambil, lalu kulihat-lihat dengan seksama. Di cover depannya, bagian kiri bawah, terdapat tulisan.

“Buku Pedoman Para Diktator…”

Lalu saya lihat cover belakangnya. Dan saya pikir, ini bisa jadi benar adanya.

Setelah pulang, lekas kubaca buku ini.

Bukan main isinya, Machiavelli menuliskan tentang berbagai macam kekuasaan, dan cara-cara mempertahankannya, serta merebutnya. Meskipun kau harus mengotori tanganmu sendiri.

Continue reading “Il Principe – Niccolo Machiavelli”

Review Buku – Kierkegaard dan Pergulatan Menjadi Diri Sendiri

Judul               : Kierkegaard dan Pergulatan Menjadi Diri Sendiri
Penulis            : Thomas Hidya Djaya
Penerbit          : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Cetakan           : III, April 2018
Tebal                : xviii + 178 hlm ; 13 cm x 19 cm

Continue reading “Review Buku – Kierkegaard dan Pergulatan Menjadi Diri Sendiri”

James Paul Gee – Anti Education ERA

James Paul Gee

The Anti-Education Era: Creating Smarter Students Through Digital Learning

Di zaman digital ini, terutama dalam dunia pendidikan, kita lebih diuntungkan dibandingkan dengan beberapa dekade lalu. Perkembangan teknologi yang semakin pesat memberikan kita keuntungan dengan kemudahan mengakses informasi yang tersedia hampir dimana saja.

Melalui buku ini, James Paul Gee mencoba untuk memberitahu kita bahwa kita bisa menggunakan keuntungan ini agar dapat dioptimalkan untuk pendidikan yang sangat bermakna, dan berguna.

Continue reading “James Paul Gee – Anti Education ERA”