Clone Wars Season 7

This is it boys, we finally in the endgame. Epic finale of Star Wars : The Clone Wars.

Setelah digantung selama 6 tahun, yang mana season 6 terakhir mengudara pada tahun 2014. Akhirnya, serial Clone Wars, yang mengisi kekosongan yang ada diantara Star Wars Episode II dan III, selesai.

And I must say, It ended well.

Terdapat spoilers.
Tentunya.

Season 7 dipecah dalam 3 arc, Bad Batch, Ahsoka Journey, dan Siege of Mandalore.

Bad Batch atau Task Force 99. adalah task force khusus yang tentunya, memiliki kemampuan jauh di atas clone yang dipakai untuk berperang melawan Separatist. Dinamakan 99 karena mereka memiliki “kecacatan” karena memiliki kemampuan bertempur jauh di atas clone biasa. It’s a nice little throwback to the CT-99 yang merupakan “produk gagal” karena dia, cacat.

Clone, di dalam Star Wars, adalah pasukan yang sudah dimodifikasi genetiknya agar memiliki akselerasi pertumbuhan lebih cepat dibanding manusia biasa. Mereka tergabung di dalam Grand Army of The Republic yang bertugas untuk menangkal gerakan CIS (Confederacy of Independence System)

Jika kalian ingat Episode II : Attack of The Clones, pasukan putih-putih yang menjadi cikal-bakal Stormtrooper, itulah mereka.

Tetapi arc pertama dalam season 7 ini, bisa dikatakan, yah… biasa saja.

Arc kedua, yaitu Ahsoka Journey, arc ini hanya sebatas filler, kupikir, tidak banyak yang terjadi, Arc ini hanya menceritakan tentang apa yang Ahsoka Tano, Padawan (murid) dari Anakin Skywalker, dan apa yang dia lakukan ketika memutuskan untuk keluar dari Jedi Order. Arc kedua tidak terlalu signifikan, jadi bisa di skip saja.

Lanjut ke Arc yang ketiga, now this. This is where the fun begins.

Siege of Mandalore. Arc ini terdiri dari 3 episode, yang menceritakan babak akhir Galactic Republic sebelum terjadinya Order 66, from a certain point of view.

Siege of Mandalore dimulai ketika Ahsoka Tano, dihampiri Bohka Tan, seorang Mandalorian yang akan mengambil alih kembali planetnya, karena sudah dikuasai oleh Darth Maul. Siege of Mandalore arc berbarengan dengan apa yang terjadi di dalam Episode III : Revenge of The Sith.

Let’s just say…

Dalam Arc ke-3, aku mengalami semacam emotional rollercoaster, 4 episode terkahir di dalam Season 7 terasa begitu intens. Heartfelt, Excited, Angry, Sadness, Anxious, it really felt.. emotional.

Dimulai dari penyerangan ke Mandalore, Ahsoka Tano dan pasukan 332 battalion yang dipimpin oleh Commander Rex (or Captain, if you prefer) menuju Mandalore, untuk menangkap Darth Maul. Disini, Ahsoka diberikan lightsabernya oleh Anakin agar dia bisa berperang, serta melindungi dirinya sendiri.

Pertempuran berlalu, Mandalorian yang berada di bawah komando Maul berhasil dikalahkan. Di Episode 11, ketika Maul akan bertarung melawan Ahsoka, Maul mengajaknya untuk bergabung, mengalahkan Darth Sidious.

Maul berkata, ini semua sesuai dengan rencana mantan gurunya itu, turbulensi politik, perang, semuanya adalah suatu skema besar agar Sidious bisa berkuasa. Maul mengajak Ahsoka untuk bergabung dengannya, untuk mengalahkan Sidious, dan berkata, Anakin, ternyata diam-diam “dipoles” untuk menjadi murid Sidious yang baru.

Ahsoka tidak percaya, then they both fight. Lightsaber mereka beradu, hingga akhirnya Maul kalah. Ketakutan, Maul mengatakan bahwa dia lebih baik mati daripada ditangkap, tetapi akhirnya tertangkap. Mereka akan membawa Maul ke Coruscant.

MandaloreBurns

Ahsoka melapor melalui semacam virtual conference kepada Jedi Council bahwa dia telah berhasil menangkap Maul, dan mencari Anakin, tetapi Anakin baru saja pergi. Jedi Council memintanya untuk memata-matai Palpatine, yang mereka curigai adalah seorang Sith Lord, Darth Sidious. Ketika ditanya akan menitip pesan apa oleh Master Yoda, Ahsoka menolak, berkata dia akan menyampaikannya langsung kepada Anakin.

Setelah Maul ditangkap, dia dikurung di dalam sel khusus. Ketika akan mengantarkannya ke Coruscant. It happened.

“Execute. Order. 66”

Ini momen yang membuat saya deg-degan nggak karuan. Sebelum terjadi Order 66, Ahsoka sensed a disturbance in the force. Ini berbarengan dengan apa yang terjadi ketika Mace Windu cs. menggrebeg Palpatine dan berhasil mengalahkannya, lalu dibantu oleh Anakin dan akhirnya Windu dikalahkan.

Dari situ, terjadi pembantaian para Jedi secara besar-besaran, di seluruh pengujung galaksi.

Saya pikir cukup sampe sini. Untuk kelanjutannya, ada baiknya ditonton sendiri. Maaf jika nanggung, tapi saya rasa, sayang sekali jika serial ini dilewatkan, terlebih lagi jika anda penggemar Star Wars yang kecewa karena episode 7-8-9 yang sangat tidak layak ditonton. Ada baiknya, anda rasakan sendiri.

Saya nggak kuat…

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s