Pahlawan

Dari aku. Pahlawan kesiangan.

Sederet nama-nama besar memejeng banyak di ruangan kelas kita. Sederet nama pahlawan, baik yang hidup pada ratusan tahun yang lalu, hingga yang hidup dari puluhan tahun lalu. Nama-nama besar, ibu-bapak bangsa, dari yang singa di meja-meja diplomasi, maupun para macan di ladang-ladang pertempuran, para gajah di bidang pendidikan, maupun para beruang di bidang sosial.

Nama-nama tersebut, yang nantinya akan muncul menjadi Pahlawan. Sejarah sendiri yang akan mengingatnya, atas jasa-jasanya, bukan karena dia siapa, bukan karena status sosial atau ekonomi mereka. Tetapi atas apa yang sudah mereka peroleh, atas apa yang sudah mereka perjuangkan.

Sesungguhnya hari Pahlawan bukanlah hanya urusan-urusan seremonial. Seharusnya semangat yang ada pada diri pendahulu kita, kita wariskan. Mereka telah melewati masanya masing-masing, menjadi hero di dalam zamannya masing-masing.

Sedang apa yang kita hadapi kini berbeda. Penjajah tidak lagi berada di depan hidung kita. Tidak ada lagi administrasi kolonial yang merendahkan. Tidak ada lagi militerisme asing yang mengancam hajat hidup orang banyak.

Banyak nama-nama kecil yang berada bersama nama-nama besar Pahlawan. Jika mereka yang tercatat di dalam sejarah adalah arus-arus besar, mereka yang tidak tercatat, tetapi berjuang demi kemerdekaan, berjuang demi bangsa, mereka hanyalah riak-riak air. Meski begitu, mereka tetap ada di dalam arus sejarah.

Kita semua pun bisa, menjadi pahlawan. Menjadi pahlawan, tidak mesti melakukan hal-hal rumit seperti berperang, membangun bangsa, ataupun mengusir penjajah. Menjadi pahlawan, saya pikir bisa dengan mewariskan semangat mereka.

Berani, kerelaan berkorban, kemauan, dan kepekaan.

Kita bisa menjadi pahlawan dengan mulai dari melakukan hal-hal kecil di dalam masyarakat. Lihatlah di sekelilingmu, perhatikan orang-orang di sekitarmu. Lalu, tanyakan kepada dirimu sendiri,

“Apa yang bisa aku perbuat, agar semuanya, bisa menjadi lebih baik?”

Mulailah perubahan dari dalam dirimu sendiri. Jika malas, jadilah lebih rajin. Jika tadinya acuh, mulailah untuk peduli. Serta hal-hal lain, mulailah berubah, jika tidak bisa untuk khalayak, setidaknya, untuk diri sendiri. Sebab tidak ada perubahan yang dimulai dari rebahan.

Mulailah dari dirimu sendiri, sebab bagaimanapun, kita semua bisa memilih, apakah mau berbuat, ataukah ditelan oleh zaman, secara bulat-bulat?

Melangkah untuk menjadi pahlawan, ataukah hanya hilang ditelan zaman ?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s