Merdeka (?)

Pagi upacara, kita semua berbaris, menghadap tiang bendera. Tiga siswa sedang melaju, kaki mereka berderap secara sinkron, berjalan dari arah barat tiang bendera. Depan tiang, dilepas lah simpul tali yang ada di tiang bendera, tali pun dikerek, bendera dibentangkan, lalu dikibarkan.

Seluruh peserta mengangkat tangan, hormat kepada bendera. Indonesia Raya bermain sebagai musik di latar belakang. Bahkan, beberapa orang yang lewat sempat berhenti, memberi hormat kepada bendera dari luar pagar.

Tetapi hatiku tidak tenang, tentunya sambil mengikuti protokol upacara, pikiranku melayang,

“Apa benar, hari ini, kita semua sudah merdeka ?”

17 Agustus diperingati sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia, setelah sekian puluh tahun kita dijajah, ditindas, disedot sumber daya bumi dan manusianya, apakah kita semua, melalui prokalamasi 1945, benar-benar sudah merdeka ?

Atau kita semua, pada 17 Agustus, saban tahun, dari ’45 sampe 2019, hanya memperingati Hari Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan ?

Sebab beberapa tahun belakangan, aku dibuat gusar dengan kata “kemerdekaan”.

Merdeka. Merdeka. Merdeka. Ditutuplah pidato peringatan hari itu dengan tiga pekikan. Semua mengangguk, dengan khidmat disimaklah pidato hari kemerdekaan tersebut.

Tentu kulihat beberapa wajah orang terlihat mengantuk. Memang banyak acara-acara seremonial yang ampuh sekali sebagai obat tidur, atau setidaknya, membuat orang menjadi terkantuk-kantuk.

Meskipun begitu, kutetap yakin, dan kuberi hormat sebesar-besarnya untuk para pahlawan, untuk setiap insan yang sudah berkerja, demi kemerdekaan negara ini. Kuyakin, mereka tidak hanya kehilangan tidur untuk bisa melakukan upacara pagi tiap memperingati hari kemerdekaan.

Tidak hanya tidur, bahkan mungkin para pejuang harus kehilangan nyawa, harta, benda, bahkan saudara mereka yang hilang akibat dizhalimi penjajah, entah itu ditembak timah panas, digantung, atau disiksa.

Hingga akhirnya, proklamasi bisa dibacakan.

Tetapi hari ini, dan mungkin sampai esok nanti, kita semua, benar-benar merdeka ?

Beberapa waktu lalu, terjadi razia buku di beberapa tempat di negara kita ini.

“Ini buku komunis, paham yang sudah dilarang di negara ini,” kata mereka. Padahal, buku yang mereka sita adalah buku yang isinya mengkritik komunisme. Itu yang dilakukan oleh sipil, belum lagi razia buku yang dilakukan oleh aparat, yang bahkan mereka tidak mengantongi kewenangan untuk itu.

Selain buku, beberapa kali kudengar dan baca dari media, bahwa terjadi juga intimidasi pada pihak wartawan ketika mereka meliput berita, tidak, intimidasi terlalu lembut, mungkin diancam lebih tepat.

Gimana kita mau bicara merdeka ? Kalau untuk mendapatkan informasi saja pun kita dibatasi ?

Belum lagi, ada kasus petani dijebloskan ke bui karena berhasil mengembangkan bibit unggulan. Dan belum lama, ada kasus penyerangan kepada asrama mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya. Meski dugaan kasus belum jelas, tetapi melalui video yang beredar, mereka diteriaki dengan makian-makian rasis. Oleh mereka yang (seharusnya) menjadi bagian daripada bangsanya sendiri.

Sore tadi, temanku mampir ke rumah. Dia mengeluhkan lingkungan kerjanya, dan bagaimana bosnya memperlakukan dirinya, ketika nongkrong, temanku yang lain juga pernah mengeluhkan bahwa lemburannya tidak dibayar, bahkan sempat jatah liburnya dikebiri, dipaksa untuk masuk, melanggar kesepakatan yang telah dibuat.

“Yah bagaimana, kita kan butuh uang. Kalau aku bersuara, bisa hilang pekerjaanku.”

Dan itu tidak hanya terjadi pada satu-dua orang, melainkan banyak yang diperlakukan begini. Rupanya di dalam demokrasi hari ini, masih nyempil tirani-tirani kecil, yang mengeksploitasi bawahannya di tempat kerja.

Mengetahui semua ini, aku hanya bisa menggumam gusar.

“Ternyata, kita semua belum benar-benar merdeka.”

Republik ini masih muda,
Jangan engkau jejali dia dengan omong kosong.
Merdeka ?
Merdeka hanya untuk mereka yang punya segala.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s