Besar – Kecil, Berat – Enteng

Sepatu yang kubeli tadi siang, lebih besar sedikit dibanding ukuran yang biasa kupakai. Begitupun celana yang kusengget dan kucoba, tentu habis itu lekas membayar.

Ramadhan mendekati akhir, tentu ada tambahan sedikit untuk membeli produk-produk garmen baru.

Maklum, bentar lagi Idul Fitri, biasa disebut Lebaran. Lebaran doang. Kalo Lebaran Haji biasanya dibulan haji. Kalo bulan Muharram biasa disebut Lebaran Anak Yatim. Belum lebaran-lebaran yang lain, banyak dah pokoknya.

Terus terang, ngelihat lonjakan harga menjelang lebaran membuatku geleng-geleng kepala. Toh beberapa toko yang kutahu, sengaja menaikkan harga lalu melempar label “diskon sekian%” dari harga biasanya.

Padahal kuketahui, di bulan lain, harganya tidak setinggi itu, bahkan bisa lebih murah, walaupun sudah dihitung diskon.

Tahu gini mending belanja di bulan Jumadil Akhir, misalnya.

Mengetahui itu, berat rasanya mengeluarkan uang, biar kata ada tunjangan.

Oh ya, dalam kesempatan ini juga, terimakasih untuk SOBSI yang telah gigih memperjuangkan THR untuk para buruh agar mendapatkan tambahan dana untuk keperluan belanja di hari raya.

Walau toh saya serabutan, setidaknya istilah THR menjadi populer dan saya (dan mungkin kalian), bisa juga merasakan dampaknya.

Balik lagi ke judul di atas, siang tadi, entahlah.

Ketika mengukur kaki dan sepatu, ada ukuran-ukurannya, panjang sekian, lebar sekian. Begitu pula celana. Ukuran-ukuran tersebut lantas disederhanakan, tercantum dalam 1 sampai 2 digit angka saja.

Ya, ukuran-ukuran yang biasa kita sebut sebagai “besar-kecil” atau “kecil-besar”.

Lalu, gimana soal “ringan-berat” atau “berat-ringan” ?

Secara bahasa, kita seringkali menggunakan istilah di atas sebagai suatu perasaan, sebagai sesuatu yang sifatnya kualitatif.

Sungguh saya keberatan membeli barang yang saya tahu harganya sebelum ada lonjakan pra-lebaran. Tetapi bisa sangat enteng membayar jika harga tersebut, setidaknya, normal, setidaknya konsisten ketika bulan-bulan lain, atau bisa sangat enteng sekali ketika itu lebih murah dari biasanya.

Sedang “besar-kecil” dan sebaliknya memiliki konotasi kuantitatif, sesuatu yang memiliki nominal, secara pasti.

Yah, engkau bisa beli sepatu ukuran 42, dengan merek berbeda, atau sama. Dan mereka punya ukuran, ukuran lebar sekian centi, panjang sekian centi.

Sedang, ringan-berat adalah perkara keikhlasan, ikhlaskah kamu untuk membeli sepatu itu ? Ikhlaskah kamu merogoh kocek yang lebih dalam untuk sesuatu yang lebih mahal dari biasanya.

Ah ngapain juga ngedumelin momen yang sudah lewat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s