Cecilia & Malaikat Ariel

Diterjemahkan dari Through a Glass, Darkly
Penerjemah : Andityas Prabantoro
Penerbit : Mizan
Cetakan : I, Desember 2008
Rating : 5/5

Novel ini menceritakan tentang kisah Cecilia Skotbu. Seorang anak kecil yang sedang sakit, yang hanya bisa terbaring lemah ketika hari Natal tiba, hari dimana seharusnya semua orang bisa berbahagia. Tak disangka, Cecilia yang hanya bisa terbaring lemah, didatangi oleh seorang malaikat, Ariel, yang nampaknya seumuran dengannya.

Dari situlah, dialog antara Surga dan Dunia, antara Ruh dan Nyawa, terjadi. Berbincang-bincang apa yang berbeda dari kedua dunia tersebut, sebagai sesama makhluk yang diciptakan oleh Tuhan. Cecilia dan Ariel bertukar pikiran, apa artinya menjadi malaikat, dan manusia.

Novel ini sangat heartwarming, ringan, dan asik. Menyimak perbincangan dua anak kecil yang berbicara tentang alam semesta dan kehidupan di dalamnya. Dialog antara mereka begitu ringan, tetapi juga thought provoking pada saat yang bersamaan. Cecilia dengan rasa keingintahuan seorang anak kecil, dan Ariel, dengan kapasitas pengetahuan seorang malaikat. Kita dibawa kepada suatu narasi yang filosofis, kadang puitis, kadang juga menggelikan. Membayangkan kedua anak kecil membicarakan hal-hal besar, membuatku suka tersenyum sendiri ketika membacanya.

“Kita melihat segala sesatu dalam cermin, samar-samar. Kadang-kadang, pandangan kita bisa menembus kaca dan melihat sekilas apa yang ada di balik cermin. Jika kita menggosok cermin itu sebersih-bersihnya, kita akan melihat lebih banyak lagi. Tapi, kita tak bisa lagi melihat diri kita sendiri.”
-p. 86


English Review

This novel tells a story about Cecilia Skotbu. A sickly child that can only lie down when Christmas comes, a day when all people should be happy. Cecilia that can only lie down weakly, got an unexpected guest, Ariel, an angel.

From there, a dialogue between Heavens and Earth, between Spirit and Flesh, happens. Talking about matters that differ from both worlds, both as a creature that has been created by God. They both talk to each other, what it means to be an angel, and what it means, to be a human.

This is a heartwarming, light, and fun novel. We hear the conversation of this two children regarding the universe and the life inside it. Dialogue between them is very light, but thought provoking at the same time. Cecilia with her curiosity of a child, and Ariel with the knowledge of the angel. We brought into a narration with phylosopical, sometimes poetic, but also ticklish. Imagining two small children talks about big things, this novel made me chuckle when I read it.

“We sees everything inside a mirror, vaguely. Sometimes, our gaze can pierce through the glass and see what is inside the mirror. If we clean that mirror, we can see more. But we can’t see ourselves no more.”

As a side note, I only have the Indonesian translated novel, sorry if the english doesn’t quote exactly the same as written in the English version.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s