(18+) Emergence

“Came for the hentai, stayed for the story, left with a powerful message”

Di dalam feeds youtube milik saya, tiba-tiba muncul rekomendasi dari channel The Anime Man, video tersebut berisi wawancara dengan seorang mangaka yang bernama ShindoL. Barangkali, mereka yang sudah malang-melintang di dunia per-doujin-an sudah tidak asing dengan nama tersebut. Terpikirkan olehku secara tiba-tiba untuk mengulas bacaan yang sangat-sangat membekas, Emergence.

Emergence adalah manga yang cukup membuat diri menjadi traumatis, cara ShindoL menggambarkan adegan-adegan yang ada di dalam juga sangat eksplisit dan  fucked up. Karena memang manga ini 18+, dan alur cerita yang ada di dalamnya sangat fucked up. Mulai dari pemerkosaan, prostitusi, drug abuse, incest, and abortion. Manga, yang memiliki konten, yang barangkali untuk sebagian orang sangat menjijikkan, tabu dan tak bermoral. Tapi, menurut saya, justru disitu yang menjadi selling point-nya.

DISCLAIMER : Warning ! Contains spoilers, and stuff that considered as taboo in society! Dimohon kebijaksanaan pembaca!

Oke. Siap ya ?

Plot

Emergence menceritakan tentang Saki Yoshida, seorang perempuan yang baru saja masuk SMA. Saki adalah seseorang yang sama sekali tidak populer. Tidak ada seorang pun yang melirik dirinya, dari situ Saki memutuskan untuk berubah, dibantu oleh Ibunya, Saki melakukan makeover terhadap penampilannya, dan dari situ, dia mulai dilirik oleh orang-orang disekitarnya.

Tidak terbiasa mendapatkan perhatian seperti ini, Saki kaget. Dia bertemu dengan seorang lelaki bernama Hayato. Saki terlena oleh bujuk rayu Hayato. Lantas, dia diajak “hohohihi” oleh lelaki tersebut, mahkotanya diambil ketika pertama kali dia bertemu. Setelah Hayato, dia bertemu dengan lelaki paruh baya secara online. Teman-teman di sekolahnya yang mengetahui dan merekam hal ini, mengancam Saki dan memaksanya untuk memenuhi “kebutuhan” mereka.

Karena tidak banyak mendapatkan perhatian dan pengakuan, Saki merasakan atensi yang diberikan oleh para lelaki tersebut sebagai suatu penghargaan sendiri. Dia merasakan suatu perasaan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

Di sekolah, Saki menjadi target incaran perundungan yang dilakukan oleh teman-temannya yang tidak suka akan kepopuleran dirinya. Dari sini, things starting to get dark. Selain perundungan yang diterima dari teman-temannya, Saki diperkosa oleh ayahnya sendiri. Ibunya tidak terima dan mengusir dirinya. Tidak memiliki tempat untuk tinggal, Saki memutuskan untuk menghubungi Hayato, lelaki yang pertama kali merenggut mahkota dirinya. Dari kisahnya bersama Hayato, things started to get south, Saki dikenalkan kepada seorang bandar narkoba jenis sabu, yang mengenalkan kepadanya kenikmatan duniawi yang lebih jauh, yang lebih “tinggi”. Ehehehe

The girl who was pure white now shuts herself in the fragile bud called love.

Saki mencintai Hayato, untuk membantu Hayato dalam mencari uang dan membayar hutangnya kepad banda tersebut, Saki melacurkan dirinya, dan memberikan seluruh uangnya kepada Hayato. Selama ia melacur, dia hamil beberapa kali, dan beberapa kali itu juga dia menggugurkan kandungannya. Selama itu juga, Saki terus mengomsumsi narkoba, tidak hanya sabu, tapi juga narkoba jenis suntik. Saki semakin kecanduan. Lama kelamaan, uang yang diberikan kepada Hayato berkurang, Saki menggunakan uang hasil melacur untuk membeli narkoba. Lalu dia diusir oleh Hayato. Lepas dari situ, hidup Saki semakin tidak jelas, dia dipungut oleh orang-orang tunawisma, diberikan tempat tinggal, dan selama itu juga, dia melacur, dan membuat dirinya hamil lagi.

Tapi kali ini, dia tidak berniat untuk menggugurkannya, dia akan melahirkan bayinya, dan menjadi seorang ibu. Seluruh uang yang dia hasilkan dari melacur disimpan di dalam suatu loker umum. Saki menabung seluruh uangnya disitu. Untuk nanti digunakan sebagai biaya melahirkan. Namun naas, ketika mau menaruh uangnya di loker umum tersebut, ada beberapa anak SMA, mantan teman sekelasnya, melihat dia, yang sudah berpenampilan sangat gembel, memukuli dan menendang dirinya yang sedang hamil dan mengambil uang tersebut, dan terus terang, ketika bagian ini terjadi, muncul perasaan yang sangat,sangat tidak nyaman ketika membacanya. Visualisasi yang diperlihatkan oleh ShindoL selaku pengarang sangat begitu…. membekas.

Setelah dipukuli dan uangnya diambil, Saki tidak lagi berdaya, dia mengambil sisa-sisa narkoba jenis suntik yang dia miliki, dan menyuntikannya untuk terakhir kalinya. Dalam keadaan lemah tak berdaya, berdarah-darah, dia meminta maaf kepada bayi yang tak sempat dilahirkan.

225


 

Thoughts

Yap. Manga ini tidak ada senangnya sama sekali, kecuali ketika Saki mulai dilirik oleh orang-orang disekitarnya. Tapi, dari situ hidupnya menukik tajam. Ketika membaca manga ini, selalu, selalu timbul perasaan yang tidak nyaman, tapi membuat.. ah tidak tahu lah, kacau pokoknya.  Meskipun sudah membacanya berkali-kali, perasaan “tidak nyaman” dan bahkan, and a lil’ bit of depressions, selalu muncul. Selalu ada perasaan bersalah ketika membolak-balikkan lembar manga tersebut.

Cerita Saki Yoshida adalah cerita malang seorang remaja yang sedang mencari pengakuan dan jati diri. Dari yang bahkan dianggap tidak ada, dia merubah dirinya untuk dapat dikenal. Tidak terbiasa dengan perhatian yang diberikan, dia terperangkap di dalamnya. Sesudah terperangkap, dia jatuh ke dalam jurang, tanpa dasar.

Dan cerita Saki Yoshida dalam Emergence, saya pikir, dapat dilihat sebagai suatu warning yang sangat efektif, melihat bagaimana prostitusi, penyalahgunaan narkoba digambarkan di dalam manga ini, terbesit pesan kurang lebih seperti ini :

“Jika kau tidak ingin berakhir seperti ini, maka jangan lakukan hal-hal seperti yang dilakukan oleh Saki Yoshida,”

atau

“Lihat dia, dia berakhir seperti ini karena dia melakukan hal-hal buruk, dia tidak menikmati hidupnya, bahkan dengan narkoba,”

Dalam interview yang saya sebutkan di bagian awal tulisan, ShindoL menceritakan bagaimana kita bisa “berandai-andai” dengan fiksi. Terlepas bagaimana dia menggambar Emergence dan karyanya yang lain, (yang menurut saya, juga sama fucked up nya) ShindoL terlihat begitu …. Normal. He seems like a genuine person.

Di dalam interviu tersebut (mulai dari menit 12:00) , ShindoL sendiri mengatakan bahwa, “The main fallacy is that whatever account to might have in the manga, diagonally correlate to the opinions of the artist or the author, which is you know, silly,”. Emergence dianggap sebagai suatu karya yang mengglorifikasi pemerkosaan, penyalahgunaan narkoba, aborsi, dan hal-hal yang sangat immoral. Dan barangkali itu juga tercermin di dalam diri pengarangnya. Padahal, pengarang tersebut adalah orang yang begitu… normal.

” I think fiction which is what …. (kurang jelas) is a healthy outlet to express, like even the dark side that we all have, those thought like the fantasy we might have effect into (kurang jelas), or like you know, raping a puppy, you know. Those dark fantasies we might have can be explored and we can do that exploration the better we explore the idea the more we can rationalize how everything works when something like that happens, you like if we talk about a rape victim, if we put that on paper, we can go to the mind of that victim and, see what that person looks. And we put that into memo.” 

Menurut ShindoL, kita dapat menggunakan fiksi sebagai suatu output yang sehat, sebagai suatu bentuk penyaluran daripada fantasi-fantasi gelap, khayalan-khayalan liar, dan kita dapat mengeksplor ide-ide tersebut, dan membayangkan jika hal tersebut terjadi, dan bagaimana kita dapat memberikan rasionalisasi, jika hal tersebut beneran terjadi. Apakah pantas atau tidak. Apakah menyenangkan atau itu menjadi sesuatu hal yang sangat buruk ketika dilaksanakan.

“So it’s not just simply you know, I just want to get all fun, so I’m abducting women, it’s that you can think about how that that puppy lives before and after the event. And that becomes the story. People can feed off to it at any point they want, but it’s still a story that we can tell and we might help rationalize the emotions that we keep bottled inside. ”

ShindoL mengambil contoh, katakanlah kita memperkosa anak anjing, kita eksplorasi ide tersebut lebih dalam, kita bayangkan hidup anak anjing tersebut sebelum dan sesudah diperkosa, dan kita coba rasionalisasikan ide tersebut, apakah ide tersebut pantas kita lakukan atau tidak. Dalam Emergence, ShindoL barangkali membayangkan seseorang yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba, prostitusi, dan beragam hal buruk yang menimpanya.

Fiksi dapat digunakan sebagai “pagar mental” ketika orang-orang memiliki pikiran-pikiran liar, dieksplorasi lebih dalam, dan bermacam-macam konsekuensinya jika hal tersebut terjadi.

I didn’t expect this kind of stuff coming from a hentai manga.


English Review, as requested by a friend.
Note that my English is not that good, there’ll probably grammar erros here and there, and unfitting terms.  Sorry if that happens.

Plot

On my youtube feeds, there’s a video recommendation from The Anime Man channel, that video contains an interview with a mangaka called ShindoL. A name that is very well known in the world of doujin. Then I thought, I want to review one of his works. Emergence.

Emergence is a manga that made me quite traumatic, the way ShindoL draws in the manga is very explicit. Because of it 18+ nature, with a very fucked up storyline. Rape, prostitution, drug abuse, incest, and abortion, which is probably, to some people is very disgusting, full of taboo, and immoral. But for me, that is the main selling point.

Emergence tells a story about Saki Yoshida, a highschoolgirl that doesn’t even get noticed by anybody. Then she decided to change, with the help of her mom, Saki did a total makeover regarding her looks, starting from there, people began to notice her.

The attention she received is unusual for her. Saki met a guy named Hayato. Hayato woo’ed her, and Saki fell for that. Saki is seduced. Hayato took her virginity the first time they met. After Hayato, he met with a old man via online. Her friends that know about this on school blackmail and force her to fulfill their “needs,”. Then again, the good feeling she get from all of those attention given, even though they only see Saki as an object, no matter how degrading it is, Saki felt a rewarding feeling. She feel something that she never felt before.

At school, Saki became the target of bullying by those who doesn’t like her popularity. From here on, things started to get dark. Besides all the bullying, Saki also got raped by her own father. Enrage her mother then evicted Saki. With no place to live, Saki decided to call on Hayato. Her life with Hayato is far even worse. Saki got introduced to a drug dealer, that made her know a “higher” level of pleasure.

Saki loved Hayato, to help Hayato and pay his debts to the dealer, Saki whore herself out, and gives all her money to Hayato. When she became a prostitute, she got pregnant several times, and all her fetus got aborted. She also keep taking drugs, at first she’s just doing meth, then she started doing heroin. Saki became a junkie. This made her give less money to Hayato. She used her money much for the drugs. Enraged by this, Hayato kicked Saki out. Her life falls down under. Saki then stay with homeless people, and still whore herself out, this made her pregnant again.

But this time, she’s keeping it, she will give birth to the baby, and become a mom. She store all the money she acquired from becoming a prostitute in a public locker. All of her money. So she can used her money when her baby deliver. But then, when she’s going to store her money, there’s some highschooler, her old classmates. They take all the money from her, called her a bum, beat her up, kicked her pregnant belly. This scene… leaves a very painful impression for me.

After she got beaten and her money taken. Saki didn’t have anymore strength to continue, she took all the heroin she have left, and take a last hit. She then apologizes to her unborn child.

Thoughts

This manga, is a quite saddening manga, when things starting to get interesting for Saki. Her life started to go south. When I read this manga, there’s this feeling of uncomfort and lil bit of depression. There’s always some kind of guilt when I turn the manga pages back and forth.

Saki Yoshida stories is a poor girl when she’s trying to find a place for herself in life. From someone who doesn’t even get noticed, she changed. Not accostumed to the attention she received, she fell, and got trapped. Then she fell again, to a blackhole.

The story of Saki Yoshida in emergence, I think, can be seen as a kind of very effective warning, seeing how prostitution, drugs abuse, how they depicted in Emergence, there’s some kind of message that I get.

“If you don’t want to end up like this, don’t do the things Saki Yoshida did,”
and/or
“Look at her, she ends up like that because she is doing bad things, she does not even enjoy her life, not even with drugs,”

In the interview with ShindoL that I mentioned before. ShindoL tells us about we can use fiction to make some kind of imagination. Despite how he drew Emergence and the other work of his, (which is, also fucked up, in my opinion), ShindoL looks so … normal. He seems like a genuine person.

In that interview, (things started to get interesting 12:00 onward), ShindoL himself said that,

The main fallacy is that whatever account to might have in the manga, diagonally correlate to the opinions of the artist or the author, which is you know, silly,”.

Emergence, to some people got labeled as a manga that glorify rape, drugs abuse, abortions, and those kind of stuffs. And people think that probably the author have some kind of sick stuffs going on their head. Despite how … normal ShindoL as a person. Clearly, even though all the stuffs happened on Emergence, it’s not ShindoL glorifying those stuffs mentioned, the way Emergence story goes, it kinds of opposite, it’s a story about the danger of those stuffs.

” I think fiction which is what (unclear), is a healthy outlet to express, like even the dark side that we all have, those thought like the fantasy we might have effect into (unclear), or like you know, raping a puppy, you know. Those dark fantasies we might have can be explored and we can do that exploration the better we explore the idea the more we can rationalize how everything works when something like that happens, you like if we talk about a rape victim, if we put that on paper, we can go to the mind of that victim and, see what that person looks. And we put that into memo.” 

According to ShindoL, we can use fiction as an healthy output for our dark fantasies, wild imagination, and we can explore that idea, and imagine what if it really happens, and how we can rationalize it, how we feel regarding that matters as if that really happened.

“So it’s not just simply you know, I just want to get all fun, so I’m abducting women, it’s that you can think about how that that puppy lives before and after the event. And that becomes the story. People can feed off to it at any point they want, but it’s still a story that we can tell and we might help rationalize the emotions that we keep bottled inside. ”

ShindoL gave an example, let’s say we rape a puppy, we can explore that idea deeper, imagine how the life of that puppy changes before and after the event, and we can try to rationalize that idea, if it does happens, wether we should do it or not. ShindoL, in Emergence probably thinks about someone who became a victim of drugs abuse, prostitution, and all bad things happened in Emergence.

Fiction can be used as “mental warning” when people have wild imaginations, explore that idea deeper, and all the consequences that might occur should that thing happens.

Side Note : I think from here on, I’ll try to write review stuffs in Indonesian and English. As a medium for me to learn more in regards to writing.

 

3 thoughts on “(18+) Emergence

  1. Video wawancara The Anime Man dengan ShindoL itu muncul di rekomendasi Youtube saya. Setelah baca komentar-komentarnya, saya jadi penasaran sama Emergence. Googling-googling, ketemulah artikel ini. Syukurlah, jadi saya enggak harus baca komiknya langsung :v antara lagi enggak nafsu sama yang begituan dan lagi enggak pengin dibikin tambah depresif juga #eh Hentai yang mengusung “pesan moral” itu memang aneh, ya, tapi sepintas kayaknya justru itu yang menjadikannya bermutu(WTF). Jadi inget sama Onani Master Kurosawa. Anh, terima kasih, ya, sudah membuat ulasan ini. Jempol.

    Like

  2. tertarik baca manganya karna katanya bagus, mengandung makna begitulah, bruh nyampe ke bbrp chapter ga enak sama sekali, berasa ga nyaman bacanya, gimana ya, susah ngambil pesan moralnya dari gambar yang sebegituu gak nyamannya, mana lagi si saki masih SMA, untung ada ulasannya jdi tau lah apa makna manganya 🙂, jempol 👍👍

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s