Hellblade: Senua’s Sacrifice Review

Saya mengetahui tentang game ini ketika berselancar ria di lautan informasi maya, sebuah ulasan dari game ini muncul di linimasa media social yang sedang saya buka. Di dalam ulasan tersebut, game ini berhasil menyabet beberapa penghargaan. Dari situ, aku putuskan untuk mencoba memainkan game ini. Dan benar saja, game ini memberikan pengalaman bermain yang unik.

SPOILER WARNING

Cerita Senua adalah tentang kesedihan, kebingungan, ketakutan, dan kehilangan. Senua Hellblade Sacrifice menceritakan tentang seorang perempuan yang pergi ke akhirat untuk menyelamatkan jiwa kekasihnya. Dengan background mitologi Nordic, dan kebudayaan bangsa Celtic, Senua harus pergi ke Helheim, melawan figur-figur dunia lain dan memecahkan tantangan yang ada di sana, untuk menyelematkan jiwa kekasihnya yang sudah mati dari Hela, Dewi Kematian.

Tapi bukan itu yang menjadi selling point dari game ini. Sebagai seorang prajurit, Senua haruslah seorang individu yang tangguh. Namun tidak, Senua memiliki kelainan psikologis yang dikenal sebagai psychosis. Kelainan ini menyebabkan penderitanya berhalusinasi, mendengar dan melihat sesuatu yang tidak ada. Penderita psychosis dapat merasakan delusi, halusinasi, serta mendengarkan suara yang sebenarnya tidak ada, bahkan dalam kasus yang paling parah, penderita tidak lagi dapat membedakan mana realita dan mana ilusi. Di dalam gamenya, pemain diajak untuk melihat dunia dari sudut pandang Senua, bisikan-bisikan yang kadang bertabrakan, suportif atau destruktif, terkadang cukup membuat diriku cukup terganggu.

Dan Ninja Theory, selaku developer, tidak main-main dalam mengembangkan game ini, untuk menggambarkan bagaimana psychosis itu, berkerjasama dengan para ilmuwan, insititute, serta para penderita hal ini, dan mereka pun mengakui, apa yang digambarkan di dalam gamenya dan yang mereka rasakan sangat mirip dengan apa yang mereka rasakan dulu. Ninja Theory juga melakukan riset terkait kebudayaan serta mitologi yang mereka gunakan sebagai background untuk membangun cerita mereka. Untuk mengetahui lebih lanjut, bisa dilihat di akun youtube Ninja Theory.

 Saya bermain menggunakan speaker (karena tidak punya perangkat headphone). Jujur, beberapa kali saya sempat merinding disko ketika bermain, dan mungkin, akan ter-amplifikasi berkali-kali lipat jika kita bermain menggunakan headphone. Didukung dengan teknologi 3D Audio, serta voice acting yang sangat apik, bisikan-bisikan yang ada di dalam kepala Senua sangat terasa di dalam kuping pemain. Tidak hanya voice acting, background music yang ada pun sangat mendukung gamenya.

Disini yang menurutku sangat menarik adalah pengintegrasian daripada psychosis ke dalam narasi, gameplay, dan puzzle yang terdapat di dalam game ini.

Selama jalannya game, Senua dibimbing oleh suara-suara yang ada di dalam kepalanya, bahkan melihat sesuatu yang seharusnya tidak ada. Tidak hanya di dalam narasi, ciri-ciri psychosis juga diintegrasikan di dalam gameplaynya, dari puzzle hingga combat systemnya.

Combat systemnya cukup responsive, dan epic, meskipun terkadang repetitif. Yang saya suka daripada combat system di dalam gamenya adalah pengintegrasian kelainan Senua, ke dalam combatnya, suara-suara yang didengar Senua menjadi penunjuk ketika kita bertarung.

Selain itu, terdapat puzzle-puzzle yang harus dipecahkan, puzzle ini adalah bagaimana mencocokkan objek-objek yang terdapat di dalam suatu stage, hingga membentuk aksara (rune) Nordic agar kita bisa berangkat ke dalam stage selanjutnya. Dan penempatan puzzle ini cukup unik. Meskipun tingkat kesulitannya bisa dibilang biasa saja, hanya saja kita harus jeli dalam melihat objek-objek yang dijadikan puzzle.

Overall, this game is not exactly what I’d call a “fun” game, but it gives a fresh and unique experience in gaming.

Ini game yang sayang untuk dilewatkan, very recommended.

10/10.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s